Minggu, 23 Januari 2011

Kalau Terus Dianggap Gagal, Bagaimana Bisa Berhasil???

Tulisan ini saya tulis setelah berkali-kali saya melihat banyak aksi yang kontra pemerintah yang cenderung selalu merendahkan kinerja mereka. Di balik kata-kata "aksi damai" sebuah kelompok "santun"itu tetap saja selalu ada hujatan atas orang-orang yang bekerja di atas.  Bahkan teman-teman saya sendiri. Saya mengetahui hal ini karena saya juga adalah bagian dari organisasi pergerakan kampus, yang memang mereka lebih cenderung kontra pada pemerintah. Setiap kali ada evaluasi kerja pemerintah, pasti akan ada bagian banyak dari mereka yang turun ke jalan. Aku yang seharusnya mendukung mereka, malah jadi golongan yang kontra mereka dan pro pemerintah. Pada dasarnya saya memang tidak suka demo.
Tidak dapat dipungkiri memang, bahwa sebagai manusia biasa, setiap dari mereka (baca:pemerintah) tidak ada yang sempurna. Diantara para pekerja atas sebagian dari mereka adalah orang yang dianggap masyarakat "tidak suci", tetapi apakah mereka yang mengatakannya adalah orang suci 100%???? Siapa yang berani mengatakan dirinya suci 100% tanpa dosa sedikitpun? Bahkankita tidak dapat menjamin diri ,tidak melakukan sepuluh kesalahan yang dianggap dosa dalam sehari. Mereka juga tidak seperti itu. Mereka adalah manusia. Bedanya dari kita, mereka bekerja diatas dan bertugas membuat ataupun mengelola kebijakan. Kita tidak bisa mengatakan secara general pemerintahan itu rusak hanya karena ulah 100 orang oknum misalnya. Orang-orang yang memang sudah mencekoki atau bahkan korban pencekokan otak oleh provokator, selalu akan mencari-cari kesalahan dzari orang yang mereka kontrai. Tentu saja salah berbicara satu kalimat, dari dua halaman yang benar, akan dicap jelek, dan dapat dijadikan sebab pemerintah itu harus turun.
Sebagai mahasiswa yang mempunyai emosi yang labil dan sangat suka aksi, kita harus sadar dan dapat membedakan, mana kebenaran asli dan mana kebenaran hasil plintiran. Jangan sampai membuat kita rela beraksi, tertangkap polisi, bahkan rela mati, hanya karena pemahaman yang salah dari kita dan kemuadian menjadi korban politik "orang-orang invisible".
Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki negeri, Janagn cuma menghujat dan berkata bejat, laknat, dan sumpah serapah lain kepada mereka. Tetapi coba kenalilah mereka lebih dalam. Baca artikel atau buku-buku objektif mengenai mengenai mereka. Sehingga kita bisa tahu benar tentang orang yang harus kita dukung atau kita kontrai. Bukan hanya termakan berita tv atau korasn2 subjektif, yang memang juga  menjadi alat politik.

Semoga bermanfaat dan menjadi bahan renungan

Sabtu, 08 Januari 2011

MENGHILANGKAN KETERGANTUNGAN TERHADAP INTERNET

Hai teman-teman networkers..... Artikel saya kali ini lagi-lagi adalah hasil copy dari postingan update yahoo. Tapi sangat bermanfaat dan menginspirasi.  Sangat benar, tanpa kita sadari kehidupan kita sekarang memang tidak dapat terlepas dari gadget termasuk internet. Kita sudah terlalu terbiasa terpancing untuk ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan privasi orang lain yang sebenarnya sama sekali tidak penting untuk diketahui.
Jatah hidup kita yang 24 jam bisa jadi 1/3nya telah kita serahkan pada dunia maya kita. 1/3 kawan, bukan 1/2 ataupun 1/4. Lama kelamaan seluruh hidup kita bisa tersedot semuanya pada dunia yang tidak nyata ini. Oh my God.
Judul asli artikel ini adalah "Menghadapi Hari Kematian Internet"....Yang nulis siapa coba? Artis Bro, Sist. Christian Sugiono. Monggo disimak isinya.

*Sekarang ini, semua sudah terhubung dengan internet. Di banyak hal memang benar-benar membantu kita di kehidupan, terutama cara berkomunikasi dan berinteraksi. Tidak hanya berinteraksi dengan sesama manusia, tapi juga berinteraksi dengan non-human, mesin, atau sebuah sistem. 

Hampir semua orang yang saya kenal sekarang mempunyai sebuah identity di dunia maya, entah web page, blog maupun social networking profile. Bahkan juga saya banyak kenal orang dari internet, tahu kegiatan orang-orang tersebut dari hasil sharingnya di dunia maya. Batas-batas privasi telah diperlebar dan definisinya diubah. Masing-masing mempunyai pemahamannya sendiri yang mungkin bagus ataupun malah merugikan.

Kita jadi berinteraksi dengan banyak orang dalam waktu yang lebih singkat dan paralel. Informasi masuk ke diri kita dengan sangat cepat dan dalam pecahan yang kecil-kecil. Otak kita jadi terlatih untuk menerima arus informasi dalam jumlah banyak secara bersamaan. Contoh nyatanya adalah Twitter.

Seperti inilah komunikasi jaman sekarang. Kita harus pintar-pintar memilih pecahan informasi kecil mana yang penting untuk disimpan dalam memori kita. Atau hal-hal apa yang sebenarnya tidak ada kepentingannya dengan kita tapi menguras energi dan waktu kita.

Kenyataan yang Maya
Apakah kamu familiar dengan skenario ini?

Bangun tidur ngecek timeline Twitter. Sambil nunggu sarapan beres, check email. Terus ngeliat foto-foto weekend unggahan temen kamu. Lalu twitteran lagi sambil sarapan.
“Berapa banyak dari kita orang dewasa yang sudah merasa kaku untuk menulis tangan karena selama ini tidak pernah menulis di atas kertas lagi?”


Lalu begitu sampai di kantor langsung check-in Foursquare supaya title mayor enggak keambil oleh orang lain. Dan begitu seterusnya, orang lebih banyak menghabiskan waktu dengan menatap smartphone-nya dibanding dengan bertatap dengan orang lain secara langsung. 

Ya memang dalam pekerjaan sehari-hari kita bertemu dengan real-people dan juga menghadapi real-problem. Tapi terkadang dunia maya di gadget kecil kita itu lebih menarik dari pada dunia nyata yang kita hadapi secara langsung. Alhasil orang lebih banyak lari ke dunia kecil yang indah untuk mengekspresikan atau bahkan menjadi seseorang yang tidak mungkin dia lakukan di dunia nyata.

Karena kesehariannya sudah berjalan rutin seperti itu lama-kelamaan orang menjadi terbiasa dan nyaman. Atau mungkin kata yang lebih tepatnya: ketergantungan.

Hari Kematian Internet Tiba
Apa yang harus kita persiapkan pada saat hari kematian Internet tiba? Setelah selama beberapa tahun belakangan ini kehidupan kita dimanjakan oleh kecanggihan dan kemudahan oleh teknologi, apa saja yang telah direnggut oleh internet dari kehidupan kita? Hal nyata apa yang telah hilang dan digantikan oleh kode-kode digital? 

Secara tidak sadar dan pelan orang telah mengganti cara hidupnya selama 10 tahun belakangan ini. Contoh paling simplenya adalah menulis. Berapa banyak dari kita orang dewasa yang sudah merasa kaku untuk menulis tangan karena selama ini tidak pernah menulis di atas kertas lagi. Surat menyurat melalui email, berhitung menggunakan kalkulator, berbicara menggunakan instant messenger service, dsbnya. Peran mulut untuk berbicara telah tergantikan oleh 10 jari yang menari di atas keyboard, dan banyak hal lainnya.

Apa yang bisa dilakukan untuk kembali hidup seperti masa lalu lagi secara analog? 

No Google!
Ini adalah sila pertama dalam peraturan dasar hidup analog. Tidak menggunakan layanan Google sama sekali, mulai dari search engine, email, map, earth, picture, dan semuanya yang Google sediakan. 

Untuk mencari tau mengenai suatu hal kita gak bisa menggunakan search engine. Kamu harus mulai mencoba mencari suatu hal dengan usaha kamu sendiri, dan dengan bertanya ke manusia lain secara real. Yang ditantang disini adalah kemampuan kamu dalam bersosialisasi dengan orang baru secara nyata untuk mendapatkan informasi. Bisa juga dengan mendatangi perpustakaan dan mencari pecahan informasi dalam deretan buku-buku yang ada disana. 

Kalau selama ini kita terbiasa tinggal memasukan nama tempat atau jalan untuk melihat peta, maka pada hari kematian internet kita harus kembali menggunakan peta biasa. Harus bisa mencari lokasi peta dan menelusuri jalan yang tersebar pada ratusan lembar halaman.

Langganan surat kabar.
Karena sudah tidak bisa browsing internet lagi maka kamu harus langganan surat kabar supaya enggak ketinggalan berita sehari-hari. Yang penting adalah langganan koran pagi dan sore, karena untuk koran pagi kamu bisa baca apa yang terjadi kemarin sore hingga malem, dan koran sore untuk yang terjadi dari pagi hingga siang. Yah semua beritanya sih telat 1 hari, setidaknya kamu sudah bisa ikut dalam pembicaraan sehari-hari. Efeknya adalah waktu akan terasa lebih lambat dan lebih panjang karena informasi yang kita dapat tidak terlalu deras.

Keluar dari semua social networking platform.
Hapus semua account Twitter, Facebook, MySpace, FourSquare, Koprol, dan lainnya. Mulai coba hidup dengan tenang tanpa tahu teman kamu hari ini ngeluh apa dalam perjalanan pulang kantor yang macet. Kamu juga enggak perlu tahu teman kamu sarapan apa pada pagi harinya, dan informasi-informasi lain yang sebenarnya tidak kamu butuhkan. Kamu pasti akan lebih fokus dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari yang utama tanpa distraction tersebut.

Untuk menghubungi seseorang akan butuh usaha lebih dari sekedar PING!! dan mention. Manusia akan kembali berbicara menggunakan mulut dan suaranya, tidak lagi dengan text dan jarinya.

Kalau udah berpergian rasanya seperti lepas dari manapun. Perjalanan dari rumah menuju tempat nongkrong rasanya kaya jalan sendirian di terowongan sunyi yang dindingnya rapat semua. Baru bisa dihubungi apabila sudah stay di sebuah tempat. Mau kabur sejenak untuk mewujudkan me time rasanya gampang banget.

Sign out dari e-mail.
Bikin PO Box atau alamat rumah saja untuk urusan surat menyurat. Dan supaya gak numpuk sampah, bikin satu lagi PO Box khusus brosur-brosur iklan atau promosi yang gak penting untuk supaya langsung dibuang ke sampah. Prinsipnya semacam bikin account/folder khusus spam di email kamu supaya langsung di trash. Siapkan folder untuk menyimpan kertas-kertas dan dokumen yang dikirim ke rumah kamu.

Album foto.
Buat kita yang hobi foto mungkin upload ke Facebook adalah hal yang paling mudah dan nyaman. Semua foto bisa kita upload sebanyak apapun tanpa mengeluarkan biaya lagi. Apabila internet sudah mati, maka untuk masalah foto ini akan kembali menjadi hal yang mahal dan butuh banyak biaya, untuk cetak dan untuk menyimpannya dengan baik di dalam album foto. Foto akan menjadi barang yang value-nya lebih spesial dan pribadi karena tidak akan mudah lagi untuk diperbanyak seperti halnya foto digital. 

No copy-paste ucapan.
Persetan dengan sms-sms copy paste yang membuat handphone kamu lemot pada hari raya. Kartu-kartu ucapan yang sifatnya pribadi dan intim dengan tulisan tangan yang sangat personal. Membuat kamu merasa lebih dihargai dan hari raya menjadi lebih berarti.

Well, kalau dilihat-lihat, sebenarnya hari kematian internet bukan berarti kiamat. Kita mungkin akan merasa kesusahan karena internet sudah membuat kita mudah dalam banyak hal, tapi di lain sisi juga, nilai-nilai kehidupan akan menjadi lebih nyata dan lebih mendalam bagi banyak orang. 

Semoga kita semua sudah siap apabila hari itu datang...
*http://id.omg.yahoo.com/blogs/menghadapi-hari-kematian-internet-christian_sugiono-1.html

Nah selesai deh....
Coba direnungin.....eit JANGAN TIDUR.....DIRENUNGIN......

DIKOMENTARIN ya????

Kamis, 06 Januari 2011

F4 dalam MIMPI

Saya memang suka Asia. Hampir semua hal tentang Asia saya suka. Film, budaya, artis, dan banyak hal lain tentang itu.
Mengenai Film dan segala tayangannya baik dalam televisi ataupun layar lebar saya suka Asia. Saya suka Meteor Garden. Saya suka F4. Jerry, Vic, Ken, Vannes. Saya suka mereka bahkan dari saya belum mengerti apa itu suka dan idola ataupun fans. Yang saya tahu, serial Meteor Garden yang diputar di salah satu stasiun tv waktu itu membuat saya sangat menyukai mereka. Bahkan ketika mereka akan mengadakan konser di Indonesia   dengan harganya yang sangat mahal, mencapai angka 2jt (yang waktu itu termasuk angka yang tidak biasa), saya sampai menangis meminta orang tua untuk menonton. Tidak hanya itu, saya bahkan sampai mimpi. Mungkin itu akibat dari saya belum mengerti apa itu suka, idola, ataupun fans. Mungkin sekedar shock society saja, karena banyak orang yang memang hangat membicarakan mereka, dan saya jadi follower dalam hal ini.
Setelah agak lama,perasaan itu kemudian menghilang sendirinya, seiring dengan merosotnya karir mereka. Namun,ketika masa dimana saya sudah mengerti apa itu suka, idola ataupin fans, perasaan ini kembali ada. Sepertinya saya mengidap shock sosiety yang kedua kalinya tentang mereka. Saya mulai melihat lagi Meteor Garden, berkali-kali. Teman saya dalam statusnya di facebook pernah mengatakan kalau menonton itu memang bisa meningkatkan emosi (ungkapan salah seorang ahli). Memang benar, dan hal itu terbukti pada saya. Setelah menonton, saya mulai mendengarkan lagi lagu-lagu mereka, dan saya mulai mencari-cari siapakah diantara mereka yang paling saya sukai, dan saya memilih Jerry Yan.
Agak aneh memang, dengan identitas saya yang sekarang, saya masih memikirkan hal-hal seperti ini, tetapi inilah saya.
Semalam, tepatnya tanggal 7 Januari 2011 dini hari saya bermimpi bertemu dengan F4. Lengkap. Aneh. Mereka datang ke kampusku dalam rangka mengahadiri acara "sesuatu". Mungkin Festival Mandarin atau apa, tidak jelas. Uraian latarnya juga tidak begitu jelas, ya anggaplah wajar karena ini sebuah mimpi. Di dalam sebuah mimpi, sebuah mimpi baik dan indah akan terpilih perpaduan latar-latar yang menarik dan mendukungnya, walaupun akan kontras dengan kehidupan nyata, ataupun tidak sesuai porsi mungkin. Begitu juga halnya mimpi buruk. Kembali ke mimpi saya, ketika saya melihat mereka dengan pakaian "akhwat" saya ini, saya langsung berjingkrak senang dan menarikan sedikit putaran Balet dengan percaya diri. Saya meminta mereka untuk mau berfota bersama, dan mereka menyetujui, walaupun nanti. Gaya mereka semakin terlihat segar dan lebih muda di usia mereka yang sudah lebih dari kepala tiga rata-rata. Mereka hanya berjalan santai, saya pikir mungkin mereka sudah merasa orang-orang tidak begitu mengenalnya seperti dulu. Tetapi apapun itu, saya sangat senang. Oh, My God.
Setelah melewati beberapa acara, kemudian mereka beranjak pergi. Dan dari kejauhan di padang rumput saya meneriaki mereka. Saya menagih janji. "Hei, tunggu. Janji adalah janji." aku berteriak keras.
Mereka kemudian berhenti dan menyetujui untuk foto bersama. Saya ingat dalam mimpi saya meminta salah seorang ikhwan teman sekelas saya (yang suka mengkritik saya) untuk mengambil foto kami berlima. Saya tau mungkin dia akan berpikir macam-macam. Apalagi waktu itu Vannes memakai pose memeluk bahu saya dengan sebelah tangannya (pose biasa fans dengan idolanya), yang waktu itu tetap dengan segala ornamen "lebar" saya. Sedikit menghindar, tetapi kemudian saya terus bergaya. Tersenyum percaya diri. Benak saya (masih dalam mimpi) mengatakan "tidak apa-apa, sekali-kali lah". Baiklah.
Tetapi kemudian tiba-tiba Vannes pingsan. Lalu semua menjadi sibuk....dan....................saya pun terbangun.

Ah, itulah mimpi. Dan saya harap tidak akan perbah terjadi yang sedetail itu. Mungkin walaupun mengaharapkan bertemu, ya sekedarnya. Sesuai porsi masing-masing. Karena sekarang saya sudah mengerti dan sudah harus sadar mengenai porsi saya itu.

Kamis, 30 Desember 2010

MUBTADA'

المبتداء
Mubtada’ adalah isim marfu’)kata benda yang berakhiran dhammah) yang menjadi pokok dalam sebuah kalimat.
Contoh :                                                                                                                     
·         فاطمة تسكنين فى الشقة   = Fathimah tinggal di apartemen.
Mubtada’ dari kalimat ini adalah Fathimah.                                       
Contoh lain  :
·         يذهب العلماء الى المستشف = Guru itu pergi ke rumah sakit.
 Setiap mubtada’ harus bersifat ma’rifah (definit), seperti nama orang, kota, negara dan lain sebagainya. Ma’rifah biasanya ditandai dengan ال seperti العلماء pada kalimat kedua, namun adapula yang tidak (seperti nama orang, misalnya فاطمة pada kalimat pertama).
Menurut letaknya mubtada’ terbagi dua, mubtada’ muqaddam (terletak sebelum khabar atau predikat) dan mubtada’ muakhar (terletak di belakang khabar).
1.      Mubtada’ Muqaddam
Seperti namanya -muqaddam yang berarti di depan-, mubtada muqaddam terletak di depan (mendahului) khabar.
Contoh :
·         الطالبة فى الفصل = Mahasiswi itu di dalam kelas
·         طالب فى المكتبة   = Mahasiswa itu di perpustakaan
Syarat mubtada’ harus muqaddam adalah sebagai berikut :
  • Isim Isyarah
  • Isimnya menyerupai isim Isyarah, seperti kata alladzi.
Contoh : Alladzi:na yu’minu:na bilghaib
·          Kedua isim mubtada’ dan khabarnya adalah ma’rifah (dengan ال) atau nakirah (tanpa ال)
Contoh


2.      Mubtada’ Muakhar
Mubtada’ muakhar berarti mubtada yang terletak setelah khabar (muakhar = terakhir).
Contoh :
·          فصل الطالبةفى  = Di dalam kelaslah mahasiswi itu.
·         فى المكتبة الطالب   = Di perpustakaanlah mahasiswa itu
Syarat mubtada’ harus diakhirkan antara lain sebagai berikut :
  • Mubtada’nya nakirah dan khabarnya adalah Jar Majrur
Contoh : طالب فى المكتبة
  • Jika khabarnya adalah istifham (kata tanya)
Contoh : ؟ حَالُكَ كَيْفَ = Bagaimana keadaanmu (kabarmu)?
Menurut penggunaan isimnya, mubtada terbagi menjadi enam jenis, yaitu:
1.      Isim ‘Alam adalah isim yang berhubungan dengan hal umum dan sudah menjadi hal pasti dan sudah diketahui oleh komunikator, misalnya nama orang, nama kota, dan lain-lain.
Contoh :
·         فاطمة طالبة = Fatimah adalah seorang mahasisiwi
·         مدينة كبيرة  جاكرتا= Jakarta adalah kota besar
2.      Isim yang ber ال, menunjukkan sesuatu yang khusus dan sudah dimengerti oleh komunikator.
 contohnya :
·         البيت كبير = Rumah itu besar.
·         الولد سعيد = Anak laki-laki itu senang.
3.      Dhamir.
 Dhamir adalah kata ganti orang. Seperti , هو, هي ,هما ,هم ,انت, انت,   انا
Contoh :         
·         هو يعلم فى الشركة = Dia (laki-laki) bekerja di kantor.
·         هي تحب عملها = Dia (perempuan) mencintai pekerjaannya.
4.      Isim Isyarah (kata tunjuk), misalnya هذه , هذا, ذالك .
Contoh :                                             
·         هذه سيارة جميلة = Ini adalah mobil yang bagus
·         هذا اخي احمد     = Ini adalah saudara laki-lakiku, Ahmad.

5.      Man’ut wa Na’at (Man’ut & Na’at)
Man’ut dan Na’at adalah dua rangkaian isim atau lebih (berbentuk adjektif) yang belum terbentuk menjadi kalimat sempurna (frase). Man’ut adalah kata yang disifati, sedangkan Na’at adalah sifatnya. Man’ut dan Na’at bisa terbentuk dari isim yang berakhiran tanwin atau berawalan ال.
Contoh :
·         كرسي الجميل فى فصل = Kursi yang bagus itu ada di kelas.
·         الكتب الجديد فى المكتبة = Kitab yang baru itu ada di perpustakaan.
Kata كرسي pada kalimat pertama adalah Man’ut atau kata yang disifati oleh kata جميل yang menjadi Na’at (sifat). Kedua kata tersebuta adalah mubtada’ dalam kalimat sederhana di atas.
6.      Mudhaf wa Mudhaf ilaih ilaih
Mudhaf dan Mudhaf ilaih adalah dua kata atau lebih yang kemudian membentuk frase.
Mudhaf adalah kata nakirah (tetapi tanpa tanwin) yang berada di depan frase, sedangkan Mudhaf ilaih adalah kata ma’rifah setelah Mudhaf.
Contoh :
·         محمد جديدلباس         = Baju Muhammad baru.
·         مكبة جامعة قريبة من البيتي = Perpustakaan kampus dekat dengan rumahku.
Kata لباس pada kalimat pertama di atas  adalah Mudhaf, sedangkan محمد adalah Mudhaf ilaih. Begitupun kata مكبة dan جامعة pada kalimat kedua. Keduanya (Mudhaf dan Mudhaf ilaih adalah mubtada’ pada masing-masing kalimat.

Sumber:




BERGABUNGNYA ESTONIA, LATVIA, dan LITHUANIA ke dalam UNI EROPA

DAFTAR ISI
I.       Pendahuluan...........................................................................................................2
II.    Estonia
2.1   Latar Belakang Estonia..............................................................................3
2.2   Proses Integrasi ke Uni Eropa....................................................................4
2.3   Alasan Uni Eropa.......................................................................................5
III. Latvia
3.1   Latar Belakang Latvia...............................................................................6
3.2   Proses Integrasi ke Uni Eropa...................................................................10
3.3   Alasan Uni Eropa......................................................................................12
IV. Lithuania
4.1  Latar Belakang Lithunia............................................................................13
4.2   Proses Integrasi ke Uni Eropa...................................................................14
4.3   Alasan Uni Eropa......................................................................................21
V.    Penutup..................................................................................................................22
DAFTAR PUSTAKA











BAB 1
PENDAHULUAN

            Estonia, Latvia, dan Lithuania menjadi anggota Uni Eropa sejak tahun 2004. Tiga negara yang sekarang menganut ideologi demokrasi liberal tersebut memiliki sejarah yang cukup panjang serta penuh dengan transisi dan reformasi sebelum bergabung dengan Uni Eropa. Proses integrasi yang terjadi pun tidak bisa dibilang singkat. Hubungan ekonomi Estonia, Latvia, dan Lithuania dengan Uni Eropa diawali dengan penandatanganan dan ratifikasi perjanjian perdagangan bebas pada tahun 1994. Kemudian, pada tahun 1995 tiap-tiap negara menandatangani perjanjian asosiasi dengan Uni Eropa. Setelah selama beberapa tahun ketiga negara tersebut menanti keputusan dari Uni Eropa, akhirnya mereka bergabung dengan Uni Eropa pada tahun 2004.
            Secara umum, ketiga negara Baltik tersebut mengalami kemajuan perekonomian yang cukup pesat jika dibandingkan dengan Rusia dan republik-republik Soviet lainnya. Estonia merupakan salah satu negara Baltik yang berada di garis depan reformasi ekonomi. Negara tersebut masih menggunakan mata uangnya sendiri hingga saat ini. Negara ini telah cukup sukses dalam menarik bantuan asing, investasi, serta reorientasi perdagangan luar negeri ke Barat. Sementara itu, Latvia dan Lithuania pernah mengalami kemerosotan ekonomi yang cukup parah sejak kemerdekaannya. Namun, pada pertengahan 1990-an mulai tampak gejala pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.
            Bergabungnya ketiga negara tersebut ke Uni Eropa ditengarai karena adanya pertimbangan ekonomi, keamanan, dan pemulihan situasi sosial dan politik. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai motivasi bergabung akan dijelaskan pada bab seanjutnya dalam makalah ini.
Dalam makalah yang ditulis dengan metode studi pustaka ini, penulis akan menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan bergabungnya Estonia, Latvia, dan Lithuania dengan Uni Eropa. Masalah yang akan dijelaskan meliputi latar belakang ketiga negara tersebut, motivasi bergabung dengan Uni Eropa, motivasi Uni Eropa menerima tiap-tiap negara, dan proses integrasi ketiga negara tersebut ke Uni Eropa.


BAB II
ESTONIA
2.1 LATAR BELAKANG
Republik Estonia merupakan sebuah negara yang berada di Eropa Tengah. Negara yang dalam bahasa lokal disebut Eesti Vabariik ini memiliki batas darat sepanjang 339 km dengan Latvia di selatan dan sepanjang 229 km dengan Rusia di sebelah timur. Estonia dipisahkan dari Finlandia di utara oleh Teluk Finlandia dan dari Swedia oleh Laut Baltik di bagian barat. Setelah berabad-abad berada di bawah kekuasaan Denmark, Swedia, Jerman, dan Rusia, Negara Estonia berhasil mencapai kemerdekaannya pada tahun 1918. Namun, Estonia kembali harus menghadapi invasi Rusia pada 17 Juni 1940. Tidak lama sejak peristiwa tersebut, Estonia pun terpaksa tunduk di bawah rezim Komunis Uni Soviet. Estonia berhasil merebut kembali kemerdekaannya pada 1991 ketika Uni Soviet mengalami kejatuhan. Sejak pasukan Rusia benar-benar pergi dari Estonia pada 1994, Estonia memiliki kebebasan untuk membangun hubungan politik dan ekonomi dengan Eropa Barat. Akhirnya, Estonia bergabung dengan NATO dan Uni Eropa pada tahun 2004.
            Bergabungnya Estonia ke dalam Uni Eropa bukanlah tanpa sebab. Secara khusus, Estonia mempunyai tiga motivasi dalam tindakannya mengajukan permohonan untuk bergabung dengan Uni Eropa. Pertama, Estonia ingin meraih kesuksesan dalam menjalani masa transisi setelah terbebas dari Uni Soviet. Estonia berharap keterlibatannya dalam Uni Eropa dapat mendorong reformasi politik dan ekonomi dalam negeri. Selain itu, mereka berharap dapat memperluas pasar perdagangan. Persaingan dengan perusahaan asing diharapkan dapat memicu perusahaan domestik untuk meningkatkan teknologi dan manajemen, mengurangi kesenjangan ekonomi dengan negara-negara di Eropa Barat, dan menjaga stabilitas politik dalam negeri. Estonia ingin pula mengatur tiga sektor, yaitu buruh, pertanian, dan lingkungan. Ikut campurnya UE diharapakan akan dapat mengatur buruh dengan menciptakan banyak pekerjaan di tengah kurangnya produktivitas dan kurangnya sikap kompetitif; dapat memberi subsidi bagi pertanian; dan mengatur lingkungan yang akan mengeluarkan biaya hingga 120 miliar euro.
            Kedua, bergabung dengan Uni Eropa berarti memberi kesempatan pada Estonia untuk berpartisipasi aktif dalam kompetisi pasar internasional. Globalisasi dan pasar internasional bergerak semakin cepat dan kebanyakan negara di Eropa Timur memiliki ketergantungan yang semakin besar terhadap perekonomian luar negeri. Kebanyakan negara di Eropa Timur menganggap bahwa bergabung dengan Uni Eropa adalah sebuah langkah penting untuk menahan tekanan dari pasar internasional, memperkuat daya saing, dan meningkatkan kemampuan berpartisipasi dalam integrasi ekonomi global.
            Ketiga, bergabung dengan Uni Eropa merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan jaminan keamanan. Estonia menganggap bahwa negara-negara yang telah tergabung dalam Uni Eropa merupakan negara yang lebih aman dan demokratis. Bergabung dengan Uni Eropa tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga mempengaruhi perkembangan sosial dan memberikan keuntungan politik tersendiri.

2.3 PROSES INTEGRASI
            Proses integrasi Estonia ke Uni Eropa terjadi secara bertahap dan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Pada tahun 1997, Estonia mendapatkan undangan untuk memulai negosiasi keanggotaan Uni eropa. Selanjutnya, baru pada tahun 2002, tepatnya pada saat konferensi Uni Eropa berlangsung di Kopenhagen, Estonia mendapatkan undangan resmi untuk bergabung dengan Uni Eropa. Pada bulan September 2003, Estonia mengadakan voting dalam sebuah referendum mengenai masalah integrasi ke Uni Eropa. Hasilnya, banyak yang menyetujui Estonia bergabung dengan Uni Eropa. Akhirnya, pada 1 Mei 2004 Estonia dinyatakan sebagai salah satu dari sepuluh negara baru yang bergabung dengan Uni Eropa.








2.2 ALASAN UNI EROPA MENERIMA
             Uni Eropa memiliki alasan-alasan khusus menerima Estonia sebagai salah satu anggotanya. Pertama, perluasan ke arah timur adalah pertimbangan politik dan keamanan yang strategis bagi Uni Eropa. Uni Eropa memang mengalami perkembangan ekonomi yang pesat seperti halnya Amerika dan Jepang. Namun, dalam bidang keamanan dan diplomasi, Uni Eropa belum terintegrasi secara keseluruhan. Masih ada kesulitan untuk mencapai satu kesepakatan bersama. Untuk memegang peranan penting dalam dunia global saat ini, Uni Eropa merasa perlu merangkul negara-negara yang berkualitas untuk meningkatkan kekuatan politik dan militernya.
            Kedua, manfaat ekonomi merupakan salah satu pertimbangan dalam perluasan keanggotaan Uni Eropa ke negara-negara di sebelah timur, termasuk Estonia. Dengan melakukan perluasan anggota, Uni Eropa berharap dapat menciptakan suatu pasar yang besar dan terintegrasi di Eropa. Di sisi lain, ada pula pertimbangan bahwa Estonia pernah mengalami transisi dan reformasi yang panjang serta memiliki sumber daya alam yang melimpah dan tenaga kerja yang kualitasnya cukup tinggi. Hal-hal tersebut merupakan potensi tersendiri yang dimiliki oleh Estonia dan menjadi nilai tambah di mata Uni Eropa.












BAB III
LATVIA

3.1 LATAR BELAKANG
Republik Latvia didirikan pada tanggal 18 November 1918, tetapi baru diakui kedaulatannya tahun 1920. Sejak tahun 1940—1941, Latvia dibawah kekuasaan Uni Soviet. Setelah itu, Latvia dibawah kekuasaan Nazi Jerman dari tahun 1941—1945. Jatuhnya Nazi Jerman, Latvia kembali dikuasai Uni Soviet hingga tahun 1991. Pada 21 Agustus 199, Latvia mendeklarasikan restorasi kemerdekaan de facto. Sejak itu, hubungan diplomatik internasional didirikan kembali dengan menjadi anggota PBB. Pada tahun 1998, Latvia bergabung dalam WTO. Pada tahun 2004, Latvia menjadi anggota Uni Eropa dan NATO.
Nama "Latvija" berasal dari Latgallians kuno. Etnis yang berada di Latvia terbagi menjadi empat etnis inti, yakni suku Baltik Indo-Eropa, Couronians, Selonians dan Semigallians. Latvia terbatasan dengan Laut Baltik, Estonia, dan Lithuania dengan luas wilayah 64.589 km2. Wilayah Latvia terdiri dari dataran rendah yang subur dan perbukitan dengan sebagian besar wilayahnya kurang dari 100 meter di atas permukaan laut. Latvia terdapat sungai-sungai, danau-danau, dan tepi pantai yang belum dikembangkan serta dibatasi oleh hutan pinus, bukit pasir, dan pantai pasir putih. Latvia beriklim sedang dengan musim panas denga puncak terpanas 15, 80 dan musim dingin dengan puncak terdingin di bawah minus 4, 50 dengan tingkat kelembaban yang tinggi.
                        Bentuk pemerintahan Latvia ialah republik parlementer yang lebih sering disebut Saeima. Namun, kedaulatan berada di tangan rakyat. Saeima dipilih langsung oleh rakyat dalam pemilihan umum secara langsung, serentak, dan rahasia berdasarkan perwakilan proposional. Semua rakyat Latvia memiliki hak untuk memilih saat telah berusia 18 tahun pada hari pemilihan umum dan memiliki hak dipilih saat berusia 21 tahun pada hari pemilihan umum. Ketentuan jumlah saeima yang dipilih harus proposional dengan pemilih yang di kabupaten. Masa jabatan Saeima berlangsung selama empat tahun. Pemilihan Saeima dilaksanakan pada hari sabtu pertama pada bulan Oktober.
Jika Saeima dipilih untuk mengganti Saeima sebelumnya—padahal belum empat tahun menjabat—pemilihan tetap berlangsung selama sebulan, tetapi masa jabatan Saeima yang terpilih merupakan sisa dari masa jabatan Saeima sebelumnya hingga diadakan pemilu lagi untuk membentuk Saeima yang baru. Tempat Saeima bekerja di gedung parlemen di Riga (ibukota Latvia), dapat bersidang di tempat lain jika hanya dalam keadaan “luar biasa”. Para Saeima membentuk presidium yang terdiri dari ketua,  dua deputi, dan sekertaris. Presidium bertanggung jawab kepada Saeima. Seima juga menunjuk anggotanya yang telah lulus kualifikasi. Presidium wajib menyelenggarakan sidang-sidang Saeima dan jadwal “Sittings” teratur dan luar biasa. Presidium wajib menyelenggarakan “Sittings” dari Saeima jika diminta oleh Presiden, Perdana Menteri, atau tidak kurang dari sepertiga anggota Saeima. Para Saeima harus menetapkan aturan-aturan untuk menyediakan operasi internal dan menjaga ketertiban negara. Saeima memiliki hak untuk mengatur perundang-undangan sesuai dengan prosedur Konstitusi. Setiap tahun, Saeima akan menentukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jika Saeima membuat keputusan yang melibatkan pengeluaran tidak termasuk dalam anggaran, dana harus dialokasikan untuk menutupi pengeluaran tersebut. Setelah akhir tahun anggaran, kabinet harus menyerahkan akuntansi pengeluaran anggaran sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan anggaran kepada Saeima.
Para Saeima harus memilih Presiden untuk masa jabatan empat tahun. Presiden dipilih dengan pemungutan suara rahasia dengan mayoritas suara tidak kurang dari lima puluh satu anggota Saeima. Calon presiden tidak memiliki status kewarganegaraan ganda. Jika yang terpilih sebagai Presiden adalah anggota Saeima, ia harus mengundurkan diri dari keanggotaan Saeima. Presiden mewakili negara dalam hubungan internasional dan menunjuk perwakilan diplomatik Latvia, serta menerima perwakilan diplomatik negara-negara lain. Presiden melaksanakan keputusan Saeima tentang pengesahan perjanjian internasional. Presiden berhak mengusulkan pembubaran Saeima. Setelah proposal, referendum nasional harus diadakan. Jika hasil referendum lebih dari setengah suara rakyat mendukung pembubaran, Saeima akan dibubarkan. Pemilihan umum Saeima yang baru dilakukan tidak lebih dari dua bulan setelah tanggal pembubaran Saeima. Jika Saeima dibubarkan, agenda Saeima yang belum terlaksana dikerjakan oleh presiden selama terbentuknya Saeima yang baru. Jika Presiden mengundurkan diri, meninggal atau diberhentikan dari jabatan presiden sebelum masa tugas berakhir, ketua Saeima akan menjalankan tugas presiden sampai Saeima telah terpilih presiden baru.
Kabinet terdiri dari Perdana Menteri dan Menteri yang dipilih oleh Perdana Menteri. Kabinet terdiri dari orang-orang yang berpihak kepada presiden. Jumlah kementerian dan ruang lingkup tanggung jawabnya, serta hubungan antara institusi negara ditentukan oleh hukum. Dalam rangka untuk memenuhi tugas mereka, perdana menteri dan para menteri harus memiliki kepercayaan dari Saeima. Kinerja perdana menteri dan para menteri akan dipertanggungjawabkan kepada Saeima. Jika Saeima mengungkapkan ketidakpercayaan pada perdana menteri, kabinet keseluruhan harus mengundurkan diri. Jika ada ketidakpercayaan pada satu menteri, menteri tersebut harus mengundurkan diri dan orang lain akan ditunjuk untuk mengganti posisi tersebut.
                        Dalam periode 2003–2007, perekonomian Latvia memiliki pertumbuhan yang luar biasa dengan produk domestik bruto (PDB) meningkat sebesar 10,3% dan 12,2% pada tahun 2007 dan 2006. Namun, ada beberapa faktor yang menyebabkan perekonomian Latvia menjadi overheating:
1)      Pertumbuhan kredit pada tingkat tahunan lebih dari 50%, walau stok kredit (70% dari PDB pada akhir 2005) meningkat mendekati rata-rata Uni Eropa. Harga real estate melonjak lebih dari 60% pada 2005 dan 2006.
2)      Permintaan domestik tumbuh berlebihan, khususnya konsumsi swasta dan investasi real estat, sehingga defisit transaksi berjalan mencapai puncaknya pada akhir tahun 2006 di lebih dari 25% dari PDB.
3)      Upah dan harga inflasi meningkat pada awal tahun 2007. Inflasi meningkat hampir 10% pada pertengahan 2007. Nilai tukar IHK dihargai sebesar 15% dari Uni Eropa untuk penutupan tahun 2007. Kenaikan upah substansial dan pertumbuhan produktivitas yang rendah mengikis daya saing Latvia signifikan.
Sebagai akibat dari overheating, perekonomian Latvia memiliki akumulasi kerentanan eksternal yang memperburuk dampak krisis keuangan global:
1)      Utang kotor negeri luar meningkat di atas 130% dari PDB, tertinggi di antara negara-negara anggota Uni Eropa yang baru.
2)      Eksternal hutang dengan jatuh tempo di bawah 1 tahun (termasuk deposito non-penduduk) melebihi 50% dari PDB. Sebuah tambahan 12% dari PDB dalam kewajiban eksternal menengah dan jangka panjang jatuh tempo pada 2009. Dengan demikian, Latvia sangat berisiko modal berhenti secara mendadak.
3)      Solvabilitas keprihatinan terutama hubungannya dengan sektor swasta, yang memiliki hutang bersih luar negeri sebesar 70% dari PDB. Sektor publik menjadi kreditur eksternal bersih, meskipun ada resiko bahwa hal itu akan dianggap kewajiban sektor swasta.
4)      Laporan dari Bank menyatakan bahwa jangka pendek aset eksternal cair yang substansial (45% dari PDB) dan penyediaan beberapa penyangga arus keluar eksternal. Namun, nilai pasar aset dan kemampuan merealisasikan dengan cepat di lingkungan keuangan internasional.
Latvia menjadi anggota Uni Eropa memiliki tujuan yaitu meningkatkan perekonomian. Saat pendudukan Uni Soviet dan Nazi Jerman lalu Uni Soviet kembali, keadaan perekonomian dan kesejahteraan rakyat Latvia sangat memprihatinkan. Akibat kekalahan perang, negara-negara anggota Uni Soviet harus memberi ganti rugi kepada pihak yang menang. Keadaan masyarakat Latvia yang memburuk memilih keluar dari Uni Soviet saat peluang itu terbuka. Pemerintah Latvia berusaha meningkatkan perekonomian dengan memperbaikan hubungan diplomasi luar negeri, salah satunya bergabung dengan Uni Eropa.
Dengan menjadi anggota Uni Eropa, Latvia mendapatkan bantuan berupa pinjaman. Dalam tiga tahun yang akan datang, pinjaman sebesar EUR 7,5 miliar (LVL 52,7 miliar) akan tersedia untuk Latvia dari donor keuangan internasional. Pemerintah Latvia melakukan berbagai tindakan untuk membendung krisis likuiditas dan memastikan stabilitas eksternal jangka panjang, sambil mempertahankan nilai tukar mata uang. Program-program tersebut, meliputi:
1)      Langkah-langkah pemulihan kepercayaan dalam sistem keuangan yang lebih luas. Pengetatan kebijakan substansial fiskal akan mengurangi kebutuhan pembiayaan
2)      Pemenuhan kriteria defisit Maastricht untuk memfasilitasi adopsi Euro pada tahun 2012
3)      Kebijakan pendapatan yang kuat mengurangi inflasi dan meningkatkan daya saing
4)      Kebijakan struktural harus mendorong pertumbuhan produktivitas dan membantu menghasilkan pergeseran yang dibutuhkan dari non-tradables menjadi produksi tradables.
Inti tujuan Latvia menjadi anggota Uni Eropa yaitu memperkuat kontrol perbatasan eksternal, memerangi kejahatan terorganisir, migrasi ilegal, perdagangan narkoba, pencucian uang dan memperbaikan suaka prosedur.


3.2 PROSES INTEGRASI
Latvia mengirimkan aplikasi keanggotaan Uni Eropa pada 27 Oktober 1995 berdasarkan pasal 49 tentang Uni Eropa. Perdana Menteri Indulis Emsis merupakan tokoh yang membawa Latvia menjadi anggota Uni Eropa. Pemerintah Latvia mengadakan referendum, apakah Latvia bergabung menjadi anggota Uni Eropa ataukah tidak pada tanggal 20 September 2003. Hasilnya, 66,9% memilih bergabung dengan Uni Eropa.
Selama jangka waktu pengajuan aplikasi ke Uni Eropa, pemerintah Latvia berusaha untuk memenuhi kriteria politik atau persyaratan agar dapat diterima menjadi anggota Uni Eropa. Tindakan-tindakan pemerintah Latvia dalam memenuhi kriteria politik dan syarat bergabung dengan Uni Eropa, meliputi:
1)      Memajukan reformasi adminitrasi dan peradilan serta memberantas korupsi
2)      Meningkatkan kualitas hakim baik pra-peradilan hingga pascaperadilan
3)      Pemisahan elit politik dengan pengusaha bisnis
4)      Layanan sipil politik harus netral dan berstandar profesional yang tinggi dalam peradilan fitur karakteristik negara hingga tingkat yang rendah mengenai korupsi
5)      Pemerintah dan parlemen Latvia menyediakan sumber daya keuangan yang memadai
6)      Kelompok etnis minoritas dalam masyarakat Latvia diwakili secara seimbang pada tingkat poltik
7)      Keberhasilan pemerintah Latvia menekan krisis ekonomi di Latvia
8)      Melakukan privatisasi
9)      Mendesak proses integrasi sosial berkelanjutan dengan berkerja sama Ketenagakerjaan dan Sosial Komite Parlemen Eropa untuk menghasilkan dokumen referensi.
Sistem ekonomi Latvia menjadi stabil dan tingkat inflansi 7% dari PDB. Para inventor Barat berinventasi ke sektor-sektor perusahan besa, menengah, hingga perusahan kecil. Hal ini merupakan integrasi Latvia ke dalam Uni Eropa. Dengan memperhatikan Pembesaran Makalah Strategi perkembangan menuju aksesi oleh masing-masing negara kandidat yang disajikan oleh Komisi (COM (2000) 700), keputusan yang diambil oleh Dewan Eropa, terutama di Kopenhagen (21 dan 22 Juni 1993), Helsinki (10 dan 11 Desember 1999), Nice (7-9 Desember 2000) dan Gothenburg (15 dan 16 Juni 2001), Kemitraan Aksesi untuk Latvia menyimpulkan pada tahun 1999, Peraturan 47 (1) Tata Tertib, laporan Komite Luar Negeri, Hak Asasi Manusia, Umum Keamanan dan Kebijakan Pertahanan dan pendapat dari komite lain yang terkait (A5-0252/2001), Uni Eropa menerima Latvia menjadi anggotanya pada tanggal 1 Mei 2004.







3.3 ALASAN UNI EROPA MENERIMA
Motivasi Uni Eropa menerima Latvia, setelah mengalami proses integrasi, menjadi anggota Uni Eropa yaitu perluasan keangotaan Uni Eropa ke daerah-daerah eks Uni soviet. Latvia diperlukan untuk mengefektivitaskan Komunitas Rapid Alert System dalam menjaga kualitas makanan yang beredar di pasar Eropa. Kemudian, Uni Eropa mendorong pertisipasi Latvia dalam program kesehatan
yang dicanangkan tahun 2000. Selain itu, tujuan Uni Eropa menerima Latvia menjadi anggotanya yaitu mengembangkan metode dan sistem saling tukar informasi dan mengkoordinasi teknologi pengawasan perbatasan dan adat istiadat.


















BAB IV
LITHUANIA
4.1 LATAR BELAKANG
Setelah kemerdekaannya padatahun 1990,Lithuania sebagai negara yang baru berdaulat,memikirkan cara bagaimana agar negara lain, khususnya Eropa mengakui keberadaannya. Sebagai negara ex-Soviet, Lithuania pun berupaya memperkuat diri dengan perlindungan dari pihak lain, sebagai bentuk kewaspadaan jika suatu baktu Rusia sebagai negara induk atau negara – negara lain ingin menguasanya. Oleh karena itu, Lithuania memerlukan aliansi dan yang paling dekat dan berpengaruh (dalam hal benua) adalah Uni Eropa.
            Salah satu syarat yang sangat penting untuk menjadi anggota Uni Eropa, yaitu perekonomian yang baik dan stabil, Lithuania mampu memenuhinya.Lithuania termasuk ke dalam negara yang digolongkan dengan julukan Baltic Tigers (Macan Baltik), yaitu negara – negara di Laut Baltik, yang berada di kawasan Barat Laut Eropa yang kemudian maknanya mengalami proses penyempitan sehingga hanya untuk wilayah di kawasan Laut Baltik, tetapi merupakan bagian dari Uni Soviet. Negara – negara yang termasuk dalm kategori ini adalah negara dengan angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Hal ini adalah akibat dari reformasi ekonomi dan liberalisasi yang telah diberlakukan mulai dari tahun 2000.Produk domestic Bruto Lithuania sendiri adalah 7,5% dan pernah menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Eropa bersama Latvia dan Estonia. Di tambah dengan tingkat pengangguran yang sangat keci, bahkan dibawah rata – rata Uni Eropa. Hal inilah yang menjadikan Lithuania semakin percaya diri untuk bergabung dalam keluarga besar Uni Eropa.




4.2 PROSES INTEGRASI
Langkah – langkah yang ditempuh Lithuania dalam pengjuan diri sebagai calon kandidat anggota Uni Eropa adalah sebagai berikut :

1.      8 Desember 1995, Presiden Lithuania, Algirdas Brazauskas
beserta Perdana Menterinya Adolfas Slelevicius, mengirimkan berkas “permintaan” pada Presiden Uni Eropa.
2.      5 September 2001.  Parlemen Eropa memberikan resolusi untuk Lithuania tentang “permintaan menjadi anggota Uni Eropa.
Setelah melalui dua hal di atas, Uni Eropa mengajukan syarat – syarat untuk menjadi anggota Uni Eropayang disebut Kriteria Kopenhagen, adalah sebagai berikut:
1.      Pemenuhan Kriteria Politik :
·   Mencatat bahwa hak-hak etnis minoritas terlindung dengan baik, menunjukkan perlunya meningkatkan fungsi kelembagaaan demi keefektifan pengawasan terhadap hak – hak tertentu.
·   Mendorong Lithuania untuk mengintensifkan upaya untuk mereformasi polisi dan menyimpulkan reformasi peradilan; menarik perhatian terhadap kebutuhan untuk secara radikal memotong periode penahanan pra-sidang dan untuk memastikan penahanan yang tidak digunakan ketika tidak sepenuhnya termotivasi; menganggap bahwa langkah-langkah untuk peningkatan kondisi penjara harus menjadi prioritas utama.
·   Membantu untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam kehidupan, keluarga masyarakat dan pendidikan dan memperkuat penghormatan terhadap perempuan dan hak-hak anak;
·   Mengulang panggilan untuk upaya yang lebih besar untuk memerangi fenomena perdagangan perempuan untuk eksploitasi seksual dari Lithuania ke negara-negara Uni Eropa dan di tempat lain, mencatat bahwa program nasional sekarang berada di bawah persiapan, menganggap ini sebagai tanggung jawab juga untuk Uni Eropa dan negara-negara tujuan; mempertahankan pandangan bahwa korban harus dijamin perlindungan, perawatan kesehatan, dan bantuan hukum dan psikologis;
·   Menuntut Pemerintah Lithuania untuk menghilangkan ketentuan dalam hukum pidana yang mendiskriminasikan pria homoseksual dan wanita lesbian terutama Pasal 122, ketentuan yang dinyatakan bertentangan dengan Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia oleh Komisi Hak Asasi Manusia Eropa;
·   Catatan bahwa sementara korupsi mempengaruhi pembentukan hukum, aturan, peraturan dan keputusan tampaknya relatif rendah, korupsi adalah masalah administrasi, menyambut baik resolusi pada Prinsip Etika Politikus Negara dan Pegawai Negeri Sipil oleh Parlemen Lithuania dan mendorong Lithuania ke langkah perang melawan korupsi baik dengan memastikan bahwa pihak berwenang memiliki sumber daya yang memadai untuk mendeteksi dan menyelesaikan kasus dan dengan berjuang untuk meningkatkan remunerasi, pelatihan meningkatkan dan memperkuat etika profesional dalam pelayanan sipil;
2. Kriteria Ekonomi
·   Mendukung kesimpulan  Komisi dan Dewan Asosiasi  bahwa Lithuania adalah sebuah ekonomi pasar yang berfungsi dan harus mampu mengatasi tekanan kompetitif dan kekuatan pasar dalam Uni dalam jangka menengah, dengan ketentuan bahwa reformasi akan diteruskan.
·   Diorong oleh kinerja yang kuat dari ekonomi Lithuania, surat tren yang sangat positif dalam indikator makro-ekonomi yang paling, termasuk ekspor, defisit pemerintah dan neraca transaksi berjalan, menyambut fakta bahwa Lithuania telah menjadi anggota Organisasi Perdagangan Dunia ;
·   Mempertimbangkan bahwa dasar semakin kokoh bagi pertumbuhan jangka panjang sekarang muncul dan bahwa hal ini secara radikal memperkuat prospek untuk kapasitas Lituania baik untuk memenuhi kebutuhan investasi yang besar danuntuk menjamin peningkatan kesejahteraan bagi seluruh penduduknya;
·   Menyambut ratifikasi Piagam Sosial Eropa oleh Parlemen Lithuania, yang bersangkutan, namun, tentang pengangguran meningkat; mencatat bahwa fenomena ini untuk sebagian besar merupakan hasil dari perubahan struktural; yakin bahwa sementara memiliki efek langsung, struktural perubahan juga mengarah pada peningkatan efisiensi dan daya saing yang lebih besar dan bahwa hal ini akan menghasilkan penciptaan lapangan kerja baru dengan kecepatan percepatan;
·   Percaya bahwa memperlambat proses reformasi ekonomi dalam jangka panjang hanya akan memperburuk masalah pengangguran, mempertimbangkan, bagaimanapun, bahwa sementara mempertahankan upaya reformasi ekonomi, negara juga harus berkomitmen penuh untuk membantu para penganggur, meningkatkan penyediaan dari pelatihan ulang dan perlindungan sosial, memerangi kemiskinan dan menjaga kohesi sosial, sesuai dengan model sosial Eropa; menyadari adanya kendala ketat tersirat dalam kebutuhan untuk tidak menempatkan stabilitas makro-ekonomi beresiko, tetapi mendorong Lithuania untuk mengembangkan kebijakan dalam salam;
·   Catatan mengenai adopsi pertanian dan rencana pembangunan pedesaan dan yakin akan relevansi tujuan dan tindakan spesifik yang termasuk didalamnya; percaya, bagaimanapun, bahwa pertimbangan tambahan bisa diberikan kepada pertanyaan bagaimana Lithuania pertanian akan mendapatkan profil sendiri dan meningkatkan daya saing di pasar Uni Eropa;
·   Merekomendasikan bahwa kerangka peraturan dan kapasitas penegakan hukum yang mengatur kepemilikan tanah, sewa tanah dan penggunaan lahan ditingkatkan, khususnya dalam hal proses privatisasi hutan, sehingga tidak membahayakan perlindungan nilai-nilai alam pedesaan yang tinggi, dan untuk mempromosikan pemanfaatan sumber daya alam sesuai dengan prinsip-prinsip keberlanjutan dan tujuan pembangunan pedesaan terpadu;
·   Percaya bahwa ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesadaran di tingkat lokal dan di antara petani individual mengenai tantangan dan peluang yang muncul sekarang ini, menarik perhatian pada peran penting bahwa organisasi-organisasi petani dapat bermain dalam konteks ini; meminta Komisi untuk memastikan bahwa tidak akan ada penundaan lebih lanjut dalam peluncuran proyek Phare khusus ditujukan untuk memperkuat organisasi-organisasi seperti di negara-negara kandidat;
·   Kesepakatan pengembalian tanah
·   Peralihan penggunaan dolar-AS ke Euro.
3.      Kriteria Acquis
·   Catatan gambaran umum rinci dan penilaian termasuk pada tahun 2000 Reguler Komisi Laporan; catatan, juga, bahwa Lithuania menganggap laporan ini menjadi tujuan; mengakui bahwa Lithuania sejak publikasi telah membuat kemajuan lebih lanjut dalam mengaitkannya dengan acquis, termasuk di daerah kebijakan sosial, energi, dan industri (daya saing promosi);
·   Mempertimbangkan bahwa negara-negara kandidat baik dan negara-negara anggota akan membutuhkan masa transisi di daerah-daerah tertentu;
·   Panggilan juga untuk dialog sosial lintas sektor dan pengenalan perjanjian kolektif, sesuai dengan yang akan dipantau oleh perwakilan karyawan ;
4.      Strategi Pra-Aksesi
·   Lithuania dan Komisi untuk menyelesaikan persiapan untuk peluncuran program Sapard untuk pertanian dan pembangunan pedesaan dengan kecepatan semua, apakah senang bahwa program Phare muncul untuk beroperasi dengan baik; catatan bahwa perencanaan untuk proyek ISPA terus berlanjut;
·   Mendorong Pemerintah untuk mempercepat identifikasi lokasi untuk dan pengembangan skema percontohan pertanian-lingkungan dalam program pedesaan untuk pembangunan nasional.
·   Dapat memberikan kepuasan terhadap partisipasi Lithuania pada sebagian besar program kemasyarakatan.
5.      Negosiasi – negosiasi yang dilakukan pra-aksesi :
·   Yakin bahwa kecepatan negosiasi keanggotaan Lithuania menunjukan kualitas persiapan keanggotaan Lithuania yang telah disambut gembira, dan berharap Lithuania dapat menjaga catatan yang baik ketika datang untuk menghormati komitmen yang dibuat dalam negosiasi;
·   Menyambut dan sangat mendukung peta jalan untuk kesimpulan dari negosiasi disusun oleh Komisi dan disahkan oleh surat Dewan Eropa di Nice, dengan kepuasan bahwa kemajuan sejauh ini sejalan dengan itu;
·   Merekomendasikan Lithuania untuk mendanai dan memberikan perhatian khusus pada sektor nergi dan pertanian, serta kapasitas administrasi di beberapa daerah, dalam persiapan lanjutan untuk keanggotaan Uni Eropa;
·   Mendorong partisipasi Lithuania pada baru Komunitas Kesehatan Actionprogramme sejak tahun 2000;
6.      Isu – isu lain
·   Menyambut tanda-tanda bahwa Lithuania dapat mengambil keputusan pada tanggal penutupan untuk unit 2 di pembangkit nuklir Ignalina baik sebelum akhir tahun 2004, yang merupakan batas untuk keputusan ini sesuai dengan Strategi Energi Nasional;. Mendesak Pemerintah Lithuania dan Parlemen untuk mengintensifkan persiapan untuk penutupan penuh dari PLTN Ignalina untuk memungkinkan pemenuhan komitmen tersebut; panggilan di negara-negara anggota untuk meningkatkan bantuan bilateral dalam kerangka dana internasional untuk penutupan INPP; meminta peningkatan dana Uni Eropa untuk membantu memfasilitasi penutupan INPP;
·   Sadar bahwa Lithuania akan menjadi lebih tergantung pada ada pembangkit listrik berbahan bakar fosil, yang banyak sangat mencemari, menganggap bahwa untuk membatasi peningkatan ketergantungan ini, Lithuania harus berusaha untuk memanfaatkan potensi besar untuk penghematan energi; menganggap bahwa berat dan kebijakan harga yang harus disesuaikan dengan tujuan ini;
·   Menekankan perlunya rencana strategis nasional dan regional yang komprehensif untuk restrukturisasi wilayah sekitar Ignalina Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, berdasarkan dialog yang mendalam dengan penduduk di wilayah ini.;
·   Mendorong Bank Investasi Eropa untuk mengkaji bagaimana investasi untuk meningkatkan efisiensi energi dan menghasilkan energi dengan cara yang ramah lingkungan dapat lebih difasilitasi;
·   Percaya bahwa Lithuania dapat juga diberikan dalam posisi yang baik untuk mempromosikan solusi alternatif, seperti eksploitasi biomassa lebih luas termasuk produksi biofuel, penciptaan tanaman co-generasi baru dan peningkatan penggunaan gas dalam bauran energi setelah melakukan yang diperlukan studi kelayakan, dan bahwa ini mungkin berkontribusi dalam cara yang terbatas namun berharga, untuk memasok energi dan juga untuk pembangunan pedesaan;
·   Mempertimbangkan hal tersebut  karena kesamaan antara tantangan yang kandidat Uni Eropa dan negara-negara non-kandidat dalam menghadapi wilayah di daerah tertentu, kemungkinan untuk mengembangkan kerjasama regional di daerah-daerah harus diperiksa.;
·   Menekankan hak Lithuania untuk menentukan kebijakan keamanan sendiri secara independen dan menyambut baik upaya-upaya untuk mengintegrasikan Lithuania di berbagai struktur keamanan Euro-Atlantik sebagai langkah untuk mengurangi zona keamanan yang berbeda di Eropa;
·   Poin bahwa, mengikuti pembesaran, Kaliningrad akan menjadi daerah kantong dalam Uni Eropa dengan standar hidup yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan daerah yang berdekatan, menyambut sehubungan dengan itu, fakta bahwa Rusia telah diberi status Kaliningrad ekonomi khusus, yang dapat berarti kemungkinan lebih besar pertumbuhan ekonomi di daerah; catatan dengan kepuasan bahwa Lithuania terus memainkan peran konstruktif dalam upaya untuk meningkatkan kerjasama dengan Rusia sehubungan dengan Oblast Kaliningrad, namun menekankan bahwa keterlibatan Uni Eropa dalam dialog dengan Rusia harus diperkuat, terutama untuk memastikan kemungkinan pergerakan bebas antara Kaliningrad dan Rusia, dan antara Kaliningrad dan negara-negara Uni Eropa yang berdekatan, termasuk dalam kerangka kerja sama Schengen;
·   Memerintahkan Presiden untuk meneruskan resolusi ini kepada Dewan, Komisi, parlemen dari Negara-negara Anggota dan Pemerintah dan Parlemen Lithuania.
Setelah menyatakan mampu memenuhi syarat – syarat dari Kriteria Kopenhagen diatas, maka pada tanggal 16 April 2003 di Athena, ditandatangi perjanjian untuk masuknya Lithuania menjadi anggota Uni Eropa. Sebelumnya pada tanggal 10 dan 11 Mei 2003 diadakan referendum di Lithuania mengenai keinginan bergabungnya ke dalam Uni Eropa, dengan hasil 90 persen dari penduduknya setuju. Akhirnya pada tanggal 1 November 2004, Lithuania resmi menjadi anggota Uni Eropa.
4.2 ALASAN UNI EROPA MENERIMA
            Lithuania bisa menjadi target perluasan pasar. Hal ini adalah yang paling penting dari motivasi Uni Eropa menerima Lithuania menjadi anggota. Karena sebagai organiasasi yang sebagian besar perhatiannya tertuju pada sektor ekonomi, pasar merupakan hal yang paling urgen, selain sebagai sumber bahan baku juga untuk jual-beli hasil produksi.
            Kedua adalah Standar Uni Eropa untuk memperluas wilayahnya telah berhasil. Karena pada dasarnya, Uni Eropa berkeinginan memperluas keanggotaan dan menyeleksi negara yang memang pantas dan menguntungkan untuk menjadi anggota, sehingga dengan masuknya Lithuania ditambah dengan masuknya dua negara “Macan Baltik” lain, salah satu standar perkembangan Uni Eropa tercapai.















BAB V
PENUTUP
Dari pembahasan pada bab-bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa secara umum, motivasi Estonia, Latvia, dan Lithuania untuk bergabung dengan Uni Eropa adalah berdasarkan pada pertimbangan ekonomi, keamanan, dan pemulihan situasi sosial dan politik. Berkaitan dengan masalah ekonomi, Estonia, Latvia, dan Lithuania bermaksud memperluas pangsa pasarnya. Bergabungnya ketiga negara Baltik tersebut dengan Uni Eropa memberi kesempatan bagi tiap-tiap negara untuk meningkatkan investasi dan perannya di pasar internasional. Selain itu, ketiga negara tersebut berharap dapat meningkatkan manajemen dalam tiga sektor yaitu buruh, pertanian, dan lingkungan. Peran serta Uni Eropa memberikan peluang bagi mereka untuk lebih memberdayakan para buruh lewat lapangan kerja yang dibuka oleh Uni Eropa.
            Berkaitan dengan masalah keamanan, Estonia, Latvia, dan Lithuania berharap bisa mendapat jaminan keamanan yang lebih baik apabila bergabung dengan Uni Eropa. Ketiga negara tersebut telah mengalami sejarah panjang yang penuh perjuangan ketika berada di bawah rezim komunis Uni Soviet. Sebagai negara yang kecil, ketiga negara itu merasa belum memiliki jaminan keamanan yang cukup memadai bagi bangsanya. Pengalaman sejarah yang mereka lalui ketika berada di bawah rezim komunis Uni Soviet membuat mereka menilai bahwa keamanan sangatlah penting, bahkan bagi negara-negara kecil seperti mereka sekalipun.
            Sementara itu, dalam hal sosial dan politik, ketiga negara tersebut berharap integrasi mereka dengan Uni Eropa dapat meningkatkan stabilitas sosial dan politik dalam negeri. Paham sosialisme yang pernah menjadi bagian dari ketiga negara tersebut terbukti gagal dalam perjalanan sejarahnya. Oleh karena itu, integrasi dengan Uni Eropa menjadi salah satu langkah yang strategis bagi mereka untuk mengubah ideologi dan memantapkan landasan sosial-politiknya.
            Di sisi lain, Uni Eropa pun memiliki motivasi dalam merangkul ketiga negara Baltik tersebut. Secara umum, motivasi Uni Eropa berkaitan dengan masalah legitimasi dan ekonomi. Dengan perluasan ke arah timur, Uni Eropa semakin memperkokoh legitimasinya. Selain itu, Uni Eropa juga bertujuan menciptakan suatu pasar raksasa yang terintegrasi di Eropa.
            Uni Eropa membutuhkan waktu beberapa tahun untuk mengabulkan lamaran ketiga negara Baltik agar dapat bergabung dengan Uni Eropa. Hal ini dikarenakan ada hal-hal yang masih harus dipertimbangkan dalam proses integrasi. Secara umum pertimbangan tersebut meliputi kesiapan dan kematangan ekonomi, politik, serta sosial dari negara-negara calon anggota Uni Eropa. Pada akhirnya, Estonia, Latvia dan Lithuania dinyatakan masuk menjadi anggota uni Eropa pada tahun 2004.